Selasa, 11 Agustus 2015

Kumpulan Pantun Gombal

Kumpulan Pantun Gombal


Peras santan,

di pinggir kali.

Nelpon mantan?

Boleh lah skali-kali.


Bikin anak, 

di pojokan sekolah. 

Kalau mau enak, 

nikah dulu lah.




Ubek-ubek peti,


cari gunting.


Saking cinta mati,


neng rela bunting.




Tiduran di tandu, 


berjam-jam. 


Hati merindu, 


mata sulit memejam.






Main mata,


mesem-mesem.


Neng tetep cinta,


biarpun abang keteknya asem.




Jangan tanya, 


kapan lulus kuliah. 


Ga dapet anaknya, 


mamanya boleh lah.




Potong sebahu,


biar ga sendu.


Kamu tahu?


Aku rindu.




Kotak amal, 


di goyang-goyang. 


Kemarin aku di ramal, 


jodohnya sama abang.




Panasin mentega,


karena mulai beku.


Kamu mau ga,


jadi imamku?




Nangis-nangis, 


mobil kena srempet. 


Neng manis, 


mau dong dipepet.




Pecahan genting,


di bawah kursi.


Betah meeting,


karena si boss seksi.




Namanya penjahat, 


polisi jadi inceran. 


Bosan jadi temen curhat, 


maunya pacaran.




Hari Jumat,


pada pake batik.


Salam hormat,


buat neng cantik.




Nembak itik, 


langsung kena. 


Kamu cantik, 


hey nona!




Ga punya pendirian,


bikin jemu.


Ga mau sendirian,


maunya bobo sama kamu.




Potong kuku, 


pendek-pendek. 


Hatiku beku, 


si abang mendadak ngondek.




Malam Jumat,


setan pada bertamu.


Rinduku kumat,


siang tadi ga bertemu.




Tunda lapar, 


makan indomi. 


Hati menggelepar, 


cintapun bersemi.




Ikan lohan,


di atas tungku.


Daripada duduk jauhan,


mendingan abang pangku.




Duduk anteng, 


nungguin loyang. 


Abang ganteng, 


mau dong digoyang.




Kuda sembrani,


larinya kencang.


Kalau berani,


nyatain dong sekarang.




Mata belo, 


ala komedian. 


Gue sama elo? 


maunya jadian.




Pergi jalan-jalan,


jam 11 harus balik.


Ga ada penyesalan,


kamulah yang terbaik.




Artis ngondek, 


senyumannya membius. 


Ga masalah pendek, 


yang penting kamu religius.




Ke salon creambath,


biar aliran darah lancar.


Bosen ah jadi sahabat,


maunya jadi pacar!




Makan semangka, 


makan kedondong. 


Kalau suka, 


nyatain dong.




Beli ketan,


beli kain songket.


Biar udah mantan,


kita tetep lengket.




Lagi galau 


dihibur Upin Ipin. 


Bagaimana kalau 


kita tukeran Pin?




Demikian artikel pantun gombal yang bisa saya berikan kali ini, semoga menghibur.

Kompilasi Pantun Teka-Teki

Kompilasi Pantun Teka-Teki

Mulut manis hati nak baik,
Itulah amalan turun temurun;
Benda apa yang akan naik,
Apabila saja hujan turun.(payung)

Pergi umrah setiap tahun,
Moga sentiasa murah rezeki
Dalam batang ada daun,
Dalam daun ada isi?(lemang)

Terbang tinggi si burung helang
Hinggap di atas pohon meranti
Anak ramai ibunya seorang,
Bila bergesel berapi-rapi?(mancis)

Pisau lipat dimainnya kera
Tangannya luka lalu terjun
Makan kuat tidak terkira
Kenyangnya tidak tahi bertimbun? (api)

Cik Limah bersama anak lelaki
Duduk makan keropok lekor
Yang mengejar tidak berkaki,
Yang dikejar tiada berekor?(ular dan katak)

Tuan puteri belajar menari
Tari diajar oleh Pak Harun
Kalau Tuan bijak bestari
Apa yang naik tak pernah turun? (umur)

Ada tubuh ada tangan,
Tiada kepala tiada kaki;
Sangat berguna waktu hujan,
Apakah dia yang dimaksudkan ini.(baju hujan)

Burung nuri burung dara
Terbang ke sisi taman kayangan
Cubalah teka wahai saudara
Semakin diisi makin ringan? (belon)

Budak-budak ramai di pekan
Hari raya membakar petas
Kalau adik pandai kiasan
Apakah buah gugur ke atas?(buah Melaka)

Minah ketawa terjerit-jerit
Melihat koyak pada seluar
Orang putih duduk sederet
Pagar didalam tebing diluar? (gigi)

Buah budi bidara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai?(buah hati)

Hidup aman di dalam kota,
Ada pemimpin bernama raja;
Buruh-buruh rajin bekerja,
Askar bertugas setiap masa.(anai-anai/semut)

Ada sebiji roda pedati
Bentuknya bulat daripada besi
Bila bermain diikat sekuat hati
Dilempar hidup dipegang mati? (gasing)

Walau dibungkus bukan kiriman,
Sudah takdir tuhan yang satu,
Meski ditanam bukan tanaman,
Cubalah teka apakah itu?(mayat)

Bila kecil boleh ditiup,
Sudah besar janganlah lagi,
Kalau tercucuk ia meletup,
Kalau terlepas terbangnya tinggi.(balon)

Tinggi duduk di atas sekali,
Bukan bulan bukan matahari;
Bila malam ia berseri,
Bila siang ia berganti.(bintang)

Buah budi bedara mengkal
Masak sebiji di tepi pantai
Hilang budi bicara akal
Buah apa tidak bertangkai? (buah melaka)

Sekian, semoga pantun tebak-tebakan diatas bisa menghibur..

Jumat, 27 Februari 2015

lelucon gadis cantik

PERHATIAN UNTUKI PARA WANITA YG SUKA BERENANG
Seorang wanita cantik sdg berenang.....
Saat mendengar hp nya berdering.
Dia tergesa2 naik dari kolam.....
Tiba2 semua pengunjung melihat padanya sambil ber-suit2...
si Cewek lalu melihat ke bawah, astaga : Ooo...
Celana bikininya merosot..
Hilaaang tertinggal di kolam ??
Ter-gesa2 dia...
Asal ambil papan untuk menutupinnya...
Pengunjung tambah ber-teriak2..
Melihat ada tulisan di papan:
"Hanya laki-laki boleh masuk"...
Si Cewek cepat2 buang papan itu dan mengambil papan yg lain,
Pengunjung makin ketawa,,
di papan tertulis:
Tarif..
Dewasa Rp 50.000
Anak2 Rp 25.000
Rombongan Rp 30.000
Cepat sambar yg lain, suitan makin hebat.... ternyata tulisan kedalaman 2 m.
Cepat2 dia sambar lagi papan yg lain..
Pengunjung makin ketawa terbahak2..
Dia pun m'baca,, trus pingsan...!!!
Karena disitu tertulis :
KAKEK2 / KTP SEUMUR HIDUP GRATIS SEPUASNYA..... =)) =)) =))

Sabtu, 21 Februari 2015

My father lier

my father lier
https://www.youtube.com/watch?v=OBGDpCHkP0g

Kata Kata Bijak

Kata Kata Bijak

1. Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan.

2. Semakin lama Anda menunggu seseorang-semakin Anda menghargai ketika dia jadi milikmu.

3. Betapa pun sulitnya perjalananmu, tetaplah setia kepada kebaikan yang ada di dalam hatimu.

4. Jangan pernah memberi semua yang kamu miliki kepada dia yang kamu cinta, karena jika dia meninggalkanmu, kamu tak akan punya apa-apa.

5. Jangan pernah lupa untuk selalu bersyukur. Dan berbagi adalah salah satu cara untuk bersyukur atas nikmatNya

6. Untuk menang, orang tidak harus menang. Berhasil menghindari kekalahan besar, adalah juga kemenangan.

7. Jangan pernah memberi seseorang harapan, jika kamu tak ingin memenuhinya. Lebih baik jujur meski pilu, daripada bahagia tapi palsu.

8. Masalah adalah tanda kehidupan. semakin banyak masalah yang anda miliki, Anda akan semakin hidup.

9. Jangan pernah memandang rendah dirimu sendiri. Bagi Dunia kamu mungkin hanya seseorang, tapi bagi seseorang kamu mungkin dunianya.

10. Masalah adalah seni kehidupan. Ibarat bermain catur, perlu strategi untuk menentukan langkah menghadapi masalah.

11. Seberapa tulus seseorang mencintaimu akan kamu ketahui saat dia melihat keadaan dirimu saat kondisi terburukmu.

12. Jangan pernah melupakan pemberian Tuhan, baik itu anugerah maupun cobaan. Selalu ada makna disetiap peristiwa.

13. Apabila kamu inginkan malaikat mendampingimu & mengelak dari pandangan nafsu syaitan, hendaklah kamu sentiasa berada dalam keadaan berwudhu.

14. Merelakan itu bukan menyerah. Merelakan itu menerima hal-hal yang tidak bisa dipaksakan.

15. Dari tetesan air mata kita belajar mengerti dan dari rasa khawatir kita belajar percaya.

16. Baik buruknya kejadian banyak dipengaruhi oleh permainan pikiran. Maka, jangan pernah berpikir buruk.

17. Biarpun sholat beribu ribu rakaat. Haji berpuluh puluh kali. Sedekah berjuta juta rupiah. Tapi, saat kau gores hati ibumu. Surga bukan milikmu.

18. Jika kita mencoba melakukan yang lebih baik daripada yang kita pikir bisa kita lakukan, kita akan terkejut bahwa sebenarnya kita bisa melakukan hal itu.

19. Dalam cinta, kamu harus mencintai dirimu sebelum mencintai orang lain. Kamu harus peduli dengan dirimu sendiri sebelum peduli pada orang lain.

20. Kenangan tak akan bisa berubah, meski orang di dalamnya telah berubah. Tapi kamu harus melupakannya jika ingin terus melangkah. Rasa sakit itu kadang indah. Mereka mengajarkan kita bagaimana cara untuk bertahan.

Minggu, 04 Januari 2015

pantun pendekatan

Untaian kata kata cinta telah kurangkai
Kuyakin suatu hari nanti bisa kupakai
Walaupun tak jarang juga aku di bilang lebai
Karena kata kata mutiara cinta yang ku buat jadi bingkai..


Ratusan kata mutiara cinta tlah ku siapkan
Ratusan puisi cinta romantis tlah ku pikirkan
Ratusan pantun cinta sms tlah ku kumpulkan
Untuk persiapan proses pendekatan..


Satu demi satu kata mutiara cinta telah terkirimkan
Satu demi satu puisi cinta romantis telah kudesahkan
Satu demi satu pantun cinta sms telah ku lemparkan
Tlah mulai sudah kini proses pendekatan..


Puisi cinta romantis ku berhasil mengikis
Tatapan matamu yang dulu teramat sinis
Pantun cinta sms ku pun berhasil menangkis
Pahitnya senyuman dan tatapan bengis..


Ku berharap semua itu akan menghasilkan
Merubah senyuman yang dulu masam
Ku berharap semua itu akan menajadikan
Tunbuhnya benih cinta seperti yang ku dambakan..

pantun

Pergi ke warnet main dua jam,
Loadingnya lama bikin ga tahan..
Oh gadis, tatapanmu begitu tajam
Membuat nafasku jadi ngos-ngosan..


Pergi ke taman melihat bunga melati,
Semerbak harumnya sangat terasa saat pagi..
Di dalam dadaku ini  hanya ada satu hati,
Sudah kuberikan padamu dan kini aku tak punya lagi..

Terasa rindu setelah lama tak bertemu..
Hingga kini kau selalu menghantuiku..
Bukan maksudku untuk merayumu..
Tapi sungguh memang kau sangat berarti bagiku..

Browsing di internet pakai mozilla,
Di halaman pertama ada facebooknya..
Banyak yang bilang cinta itu gila,
Kini aku percaya setelah aku mengalaminya..


Melamar kerja berpakaian rapi,
Diterimanya di akhir bulan juni..
Hari-hariku kini terasa sangat sepi,
Setelah kau tinggalkan aku disini..

Ke surabaya berangkatnya naik kereta,
Beli tiketnya hasil menjual domba..
Kau, dan hanya kaulah yang aku cinta,
Kau, dan hanya kaulah yang aku damba..

Setelah malam akan muncul pagi,
Tak bisa di tawar lagi karena itu sudah pasti..
Kemana pun kaki ku melangkah pergi,
Manis senyunmu selalu mengikuti..

Pergi ke Solo mencari jamu
Tanya alamat sama tukang batu..
Meskipun kita baru sekali bertemu
Tapi di hatiku kamu ada setiap waktu.

Belajar IPA di hari rabu
Pulang sekolah dirumah bertemu tamu..
Hari-hariku yang dulu kelabu
Kini telah musnah setelah aku mengenalmu..


Beli bonsay
Bersama mamih..
Met malem say
Apa kabar nih..



Pergi ke Semarang
Jualan kerupuk..
Met mayem ayang
Kita sms'an yuk..

Mainan Facebook bukanya di warnet..
Yang jaganya ceweknya cantik
Tarikanmu kuat seperti magnet
Saat aku dekat hatiku serasa tertarik..

Tik tik tik bunyi hujan
Di atas genteng di rumah paman..
Kini aku merasa kesepian
Maukah kau temani aku bbm'an

Ke toko besi beli paku
Di sebelahnya jualan sagu..
Andai kamu tahu isi hatiku
Hanya dirimu yang selalu aku tunggu..

Lahir di Sidareja gedenya di Surabaya
Nggak suka makan, makanan yang di kasih sasa..
Meskipun kita bukan seumur sebaya
Tapi tolong, ijinkan aku untuk berbagi rasa..


Jalan-jalan ke pasar malam
Di ikutin terus sama tiga preman..
Hai manis, selamat malam
Bagaimana kalau sekarang kita sms'an..


Ayam negeri untuk di potong
Ayam kampung lebih di sukai..
Ku coba selalu untuk tak bohong
Kepadamu gadis yang sangat aku cintai..

Kerjanya cuma berfoya-foya
Rambutku keriting mirip gimbal
Mencari cewek Luna Maya
Percaya deh bukan rayuan gombal

Bunga mawar bunga melati,
Semerbak harumnya wangi sekali..
Duhai engkau pujaan hati,
Kau telah menusuk hatiku berkali-kali..


Terus memandang mu tak akan pernah membuatku ku jemu,
Karena di wajahmu semua keindahan ada disitu..
Ijinkan lah aku masuk ke dalam hatimu,
Biar kutaburkan benih-benih cintaku disitu..


Dari Jakarta pulang ke Cilacap,
Sampai di Cilacap sehabis subuh..
Di hatimu ah panahku akan menancap,
Di hatimu pula hatiku kan berlabuh..


Hari minggu nonton turnamen burung dara,
Pesertanya berkumpul di belakang pasar karna..
Cintaku padamu sedalam samudera,
Tak akan ada yang mampu mengukurnya kesana..

pantun jenaka


Gemuruh tabuh bukan kepalang
Diasah lembing berkilat-kilat
Gementar tubuh harimau belang
Nampak kambing pandai bersilat

Limau purut masak di dahan
walau manis tak boleh dimakan
Biar penampilan seperti preman
Yang penting hati beriman

Buah mangga rasanya manis
dibungkus rapat didalam peti
Sayang walau wajah nya artis
tapi gayanya macam hellokitty
   
Memasak ikan di dalam peti
paling enak di campur terasi
gayanya aja kayak selebriti
tapi dompetnya kagak berisi

Ayam bangkok dibawa atun
Tiap pagi dimandiin
Kalau iseng nyok kite bepantun
Ampe pagi ane jabanin

Malam hari memasak gurita
dicampur cabe dan buah berminyak
Memang kamu cantik jelita
Sayang ketawanya kayak kuntilanak

makan belimbing dicampur terasi
bikin kelepon ditambah santan
wajahnya aja kayak artis televisi
tapi kelakuan seperti setan

pantun galau

Kain boLong bukan kain goni
Bolong semua tanpa terkecuaLi
Hati kosong tak berpenghuni
hati gaLau tak ada yang perduLi

Raja dan ratu naik kereta api,
nangis karna lama tak bertemu.
Jangankan waktu aku mimpi,
waktu pipis aja aku inget kamu.

Pohon beringin di tumbuhi benalu
Rindang, di halaman depan
Eh kemarin adalah masalalu
Sekarang dan seterusnya adalah masa depan

Ada ranting Ada dahan
Ada Logam Ada berlian
Nah kamu yang lagi berjauhan
Adakah kepercayaan diantara kalian

Tinggi batang pohon jambu
Tumbuh di sisi pohon mangga
Engkau dan aku adalah satu
Tapi sayang mintanya berteman saja

Buah tomat berwarna merah
Buah markisa berwarna kuning
Eh lo yang suka berceramah
Tuh ada mangsa jomblo lagi pusing

Dingin dingin pake selimut
Selimutnya berwarna hijau
Nih fikiran lagi kalut
Tak tau apa yang yang mengacau

Jangan ditatap sinar mentari...
Nanti matamu menjadi silau...
Jangan diratap pacar yg lari...
Nanti jiwamu menjadi galau...

Jari jemari memetik senar...
Silih berganti sungguh dinamis ...
Selama mentari masih bersinar ...
Hidup mesti selalu optimis ..

pantun romantis

Peras santan,
di pinggir kali.
Nelpon mantan?
Boleh lah skali-kali.

Potong sebahu,
biar ga sendu.
Kamu tahu?
Aku rindu.

Kotak amal,
di goyang-goyang.
Kemarin aku di ramal,
jodohnya sama abang.

Nangis-nangis,
mobil kena srempet.
Neng manis,
mau dong dipepet.

Pecahan genting,
di bawah kursi.
Betah meeting,
karena si boss seksi.

Namanya penjahat,
polisi jadi inceran.
Bosan jadi temen curhat,
maunya pacaran.

Hari Jumat,
pada pake batik.
Salam hormat,
buat neng cantik.


Ga punya pendirian,
bikin jemu.
Ga mau sendirian,
maunya bobo sama kamu.

Potong kuku,
pendek-pendek.
Hatiku beku,
si abang mendadak ngondek.

Tunda lapar,
makan indomi.
Hati menggelepar,
cintapun bersemi.

Ikan lohan,
di atas tungku.
Daripada duduk jauhan,
mendingan abang pangku.

Duduk anteng,
nungguin loyang.
Abang ganteng,
mau dong digoyang.

Kuda sembrani,
larinya kencang.
Kalau berani,
nyatain dong sekarang.

Mata belo,
ala komedian.
Gue sama elo?
maunya jadian.

Pergi jalan-jalan,
jam 11 harus balik.
Ga ada penyesalan,
kamulah yang terbaik.

Artis ngondek,
senyumannya membius.
Ga masalah pendek,
yang penting kamu religius.

Ke salon creambath,
biar aliran darah lancar.
Bosen ah jadi sahabat,
maunya jadi pacar!

Makan semangka,
makan kedondong.
Kalau suka,
nyatain dong.

Beli ketan,
beli kain songket.
Biar udah mantan,
kita tetep lengket.

Lagi galau
dihibur Upin Ipin.
Bagaimana kalau
kita tukeran Pin?

Ketika Aku Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.

Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.

Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.

Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.

Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?

Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.

Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.

Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.

Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.

Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.

Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur

Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

Nelayan Yang Puas

Usahawan kaya dari kota terkejut menjumpai nelayan di pantai sedang berbaring bermalas-malasan di samping perahunya, sambil mengisap rokok.

‘Mengapa engkau tidak pergi menangkap ikan?’ tanya usahawan itu.

‘Karena ikan yang kutangkap telah menghasilkan cukup uang untuk makan hari ini,’ jawab nelayan.

‘Mengapa tidak kau tangkap lebih banyak lagi daripada yang kau perlukan?’ tanya usahawan.

‘Untuk apa?’ nelayan balas bertanya.

‘Engkau dapat mengumpulkan uang lebih banyak,’ jawabnya. ‘Dengan uang itu engkau dapat membeli motor tempel, sehingga engkau dapat melaut lebih jauh dan menangkap ikan lebih banyak. Kemudian engkau mempunyai cukup banyak uang untuk membeli pukat nilon. Itu akan menghasilkan ikan lebih banyak lagi, jadi juga uang lebih banyak lagi. Nah, segera uangmu cukup untuk membeli dua kapal … bahkan mungkin sejumlah kapal. Lalu kau pun akan menjadi kaya seperti aku.’

‘Selanjutnya aku mesti berbuat apa?’ tanya si nelayan.

‘Selanjutnya kau bisa beristirahat dan menikmati hidup,’ kata si usahawan.

‘Menurut pendapatmu, sekarang Ini aku sedang berbuat apa?’ kata si nelayan puas.

Lebih bijaksana menjaga kemampuan untuk menikmati hidup seutuhnya daripada memupuk uang.

do little things

Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil.

Mulailah berbuat kebajikan pada hal-hal kecil, maka engkau akan diberkati dalam hal-hal besar.

Air Minum di Gurun

Seorang pria tersesat di gurun pasir. Ia hampir mati kehausan. Akhirnya, ia tiba di sebuah rumah kosong. Di depan rumah tua tanpa jendela dan hampir roboh itu, terdapat sebuah pompa air. Segera ia menuju pompa itu dan mulai memompa sekuat tenaga. Tapi, tidak ada air yang keluar.

Lalu ia melihat ada kendi kecil di sebelah pompa itu dengan mulutnya tertutup gabus dan tertempel kertas dengan tulisan,”Sahabat, pompa ini harus dipancing dengan air dulu.. Setelah Anda mendapatkan airnya, mohon jangan lupa mengisi kendi ini lagi sebelum Anda pergi.” Pria itu mencabut gabusnya dan ternyata kendi itu berisi penuh air.

“Apakah air ini harus dipergunakan untuk memancing pompa? Bagaimana kalau tidak berhasil? Tidak ada air lagi. Bukankah lebih aman saya minum airnya dulu daripada nanti mati kehausan kalau ternyata pompanya tidak berfungsi? Untuk apa menuangkannya ke pompa karatan hanya karena instruksi di atas kertas kumal yang belum tentu benar?” Begitu pikirnya.

Untung suara hatinya mengatakan bahwa ia harus mencoba mengikuti nasihat yang tertera di kertas itu, sekali pun berisiko. Ia menuangkan seluruh isi kendi itu ke dalam pompa yang karatan itu dan dengan sekuat tenaga memompanya.

Benar!! Air keluar dengan melimpah. Pria itu minum sepuasnya.

Setelah istirahat memulihkan tenaga dan sebelum meninggalkan tempat itu, ia mengisi kendi itu sampai penuh, menutupkan kembali gabusnya dan menambahkan beberapa kata di bawah instruksi pesan itu: “Saya telah melakukannya dan berhasil. Engkau harus mengorbankan semuanya terlebih dahulu sebelum bisa menerima kembali secara melimpah. PERCAYALAH!! Inilah kebenaran hukum alam.”

Mencari yang Sempurna

Seorang pemuda yang hidup di Perth telah sampai usia saat ia merasa harus mencari pasangan hidup. Jadi ia mencari-cari gadis sempurna di seluruh negeri untuk dinikahi. Setelah berhari-hari, berminggu-minggu mencari, ia bertemu dengan gadis yang sangat cantik-jenis gadis yang bisa menghiasi sampul majalah perempuan bahkan tanpa make-up atau kosmetik!

Namun, meski dia kelihatan sempurna, pemuda itu tak bisa menikahinya. Sebab gadis itu tidak bisa masak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Lalu ia mencari lagi, selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan akhirnya ia menemukan gadis yang bahkan lebih cantik lagi, dan kali ini masakan gadis itu luar biasa lezat-lebih baik dari yang bisa Anda dapatkah di restoran terbaik di Australia, bahkan lebih baik dari yang bisa Anda dapatkan dari restoran keluarga. Gadis ini bahkan menjalankan usaha restorannya sendiri!

Namun pemuda ini tak bisa menikahinya pula. Sebab kekurangan gadis itu adalah dia bodoh. Dia tak bisa menjalin percakapan sama sekali, sama sekali tidak cerdas. Dia belum menamatkan pendidikan, segala yang ia tahu cuma memasak! Jadi pemuda itu pun pergi. Gadis ini tak cukup sempurna baginya.

Maka ia mencari selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga ia akhirnya menemukan gadis yang satu ini! Ia begitu cantik, masakannya melebihi restoran bintang lima, bahkan ia punya tiga restoran sendiri: ala Thai, ala Jepang dan ala Italia. Dan ia begitu cerdas, ia punya dua gelar doktor, pengetahuannya begitu luas, bisa menjalin percakapan begitu hebat, begitu baik, begitu welas asih. Ia sempurna!

Tapi, pemuda ini tak bisa menikahinya. Sebab gadis ini mencari pria yang sempurna!

Arti Sebuah Kesempurnaan

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yang memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.

Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang, ia berkata kepada bapak Petani, “Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”

Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata, “Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”

Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.”

Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak? Anak bapak cantik dan saya tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”

Petani menjawab, “Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”

Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.

Membeli Waktu

             Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.

Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.

“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.

“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.

“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya
.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp.400.000. Setiap bulan  rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi gaji Papa satu bulan berapa, hayo?!”, tanya sang ayah.

Si anak kemudian berlari mengambil kertas dari meja belajar sementara Ayahnya melepas sepatu dan mengambil minuman.

Ketika sang Ayah ke kamar untuk berganti pakaian, sang anak mengikutinya.

“Jadi kalau satu hari Papa dibayar Rp 400.000 utuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000 dong!”

“Kamu pinter, sekarang tidur ya..sudah malam!”

Tapi sang anak tidak mau beranjak. “Papa, aku boleh pinjam uang Rp 10.000 nggak?”

“Sudah malam nak, buat apa minta uang malam-malam begini. Sudah, besok pagi saja. Sekarang kamu tidur”

“Tapi papa..”

“Sudah, sekarang tidur” suara sang Ayah mulai meninggi.

Anak kecil itu berbalik menuju kamarnya.

Sang Ayah tampak menyesali ucapannya. Tak lama kemudian ia menghampiri anaknya di kamar. Anak itu sedang terisak-isak sambil memegang uang Rp 30.000.

Sambil mengelus kepala sang anak, Papanya berkata  “Maafin Papa ya! Kenapa kamu minta uang malam-malam begini.. Besok kan masih bisa. Jangankan Rp.10.000, lebih dari itu  juga boleh. Kamu mau pakai buat beli mainan khan?”

“Papa, aku ngga minta uang. Aku pinjam…nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajanku.”

“Iya..iya..tapi buat apa??” tanya sang Papa.

“Aku menunggu Papa pulang hari ini dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Satu jam saja pa, aku mohon. Mama sering bilang, kalau waktu Papa itu sangat berharga. Jadi aku mau beli waktu Papa. Aku buka tabunganku, tapi cuma ada uang Rp 30.000. Tadi Papa bilang, untuk satu jam Papa dibayar Rp 40.000.. Karena uang tabunganku hanya Rp.30.000,- dan itu tidak cukup, aku mau pinjam Rp 10.000 dari Papa” Sang Papa cuma terdiam.

Ia kehilangan kata-kata. Ia pun memeluk erat anak kecil itu sambil menangis. Mendengar perkataan anaknya, sang Papa langsung terdiam, ia seketika terenyuh, kehilangan kata-kata dan menangis..

Ia lalu segera merangkul sang anak yang disayanginya itu sambil menangis dan minta maaf pada sang anak..

“Maafkan Papa sayang…” ujar sang Papa.

“Papa telah khilaf, selama ini Papa lupa untuk apa Papa  bekerja keras. Maafkan Papa anakku” kata sang Papa ditengah suara tangisnya.

Si anak hanya diam membisu dalam dekapan sang Papanya.

Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja.

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa “masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Melepas Amarah, Meraih Keikhlasan

           “Terus memendam amarah sama seperti menggenggam bara panas untuk dilontarkan kepada seseorang, Kitalah yang akan terbakar.” -Sidharta Gautama

Dalam hidup memang wajar kalau ada peristiwa-peristiwa yang membuat kita marah dan kecewa. Tapi cepat kendalikan emosi kita kembali. Jangan biarkan rasa amarah, dendam, iri, kesal atau kecewa kepada pasangan, teman, rekan kerja, atau atasan di kantor bercokol lama di hati kita.

Kekesalan, amarah dan kekecewaan hanya akan mengaktifkan hukum tarik menarik, membuat kita menerima apa yang kita berikan.

Bila kesal pada pasangan atau ada kawan yang mengingkari janji, lalu kita menyalahkan mereka atas kekacauan semua itu, maka kita akan mendapatkan kembali keadaan yang dipersalahkan itu.

Kembalinya keadaan itu tidak harus selalu dari orang yang kita salahkan, tetapi sejatinya kita akan mendapatkan kembali keadaan yang kita salahkan itu.

Ikhlaskanlah, maafkanlah. Hati akan terasa lebih lega dan ringan dalam menjalani hidup, lebih fokus terhadap tujuan hidup tanpa terbebani penyakit-penyakit hati yang hanya akan menghabiskan energi positif.

“Jika saya mengikhlaskan diri saya, saya menjadi yang saya inginkan. Jika saya mengikhlaskan yang saya punya, saya akan menerima apa yang saya butuhkan” –  Tao Te Ching

Semoga Tuhan mengaruniai sabar yang tak terbatas dan ikhlas yang tak bertepi untuk kita semua, sehingga apapun rintangan dan cobaan yang dilalui akan terasa lebih ringan

Bersikap Apa Adanya

                 Tanpa sadar banyak orang hidup dalam tekanan. Bukan karena beban terlalu berat, atau kekuatan tak memadai. Namun, karena tidak mau berterus terang. Hidup dalam kepura-puraan tak memberikan kenyamanan.

Bersikaplah apa adanya. Bila kita kesulitan, jangan tolak bantuan. Sikap terus terang membuka jalan bagi penerimaan orang lain.

Persahabatan dan kerja sama membutuhkan satu hal yang sama, yaitu keakraban di antara orang-orang. Keakraban tercipta bila satu sama lain saling menerima. Sedangkan penerimaan yang tulus hanya terujud dalam kejujuran dan terus terang.

Kepura-puraan itu bagaikan bunga mawar plastik dengan kelopak dan warna sempurna, namun tak mewangi. Meski mawar asli tak seindah tiruannya dan segera layu, kita tetap saja menyukainya. Mengapa ? Karena ada detak kehidupan alam disana.

Hidup dalam kejujuran adalah hidup alami yang sejati. Hidup berpura-pura sama saja membohongi hidup itu sendiri. Kita bisa memilih untuk hidup apa adanya, dan berhak menginjakkan kaki di bumi ini. Atau, hidup berpura-pura dalam dunia ilusi.

hate much

yg menyebalkan itu adalah ketika semua nya siap,ternyata batal