Sabtu, 23 Desember 2017

Kisah Ayah Penjual Pena yang Mendadak Kaya Raya

Kisah Ayah Penjual Pena yang Mendadak Kaya Raya

Nasib seseorang memang tidak dapat ditebak, kadang diatas kadang dibawah, ya gapalah asal jangan macet terus-terusan dibawah aja. Tapi ada fakta yang perlu kita ketahui, bahwa sukses itu hanya mau berteman dengan orang-orang yang pantang menyerah. Bukan orang cengeng apalagi pemalas yang kerjanya berkhayal teruss, kaya engga yang ada fantat makin kapalan.
Salah satu bukti dalam kehidupan nyata bahwa pengorbanan, usaha dan kerja keras tidak akan pernah berakhir sia-sia seperti kisah ayah penjual pena yang mendadak kaya raya ini, setelah mendapatkan uang donasi sebanyak 2,6 milyar dari orang-orang yang simpatik akan perjuangannya mencari nafkah demi anaknya. Kisah ini bermula dari sebuah foto pria penjual pena bernama “Abdul Halim al-Attar”, seorang pengungsi asal Suriah (Syrian).
Dalam foto dirinya yang tersebar di dunia maya, banyak netizen yang merasa simpatik saat dirinya sedang berjualan pulpen. Dengan wajah yang menahan letih, Abdul tetap berjuang menjajakan dagangannya sambil menggendong Reem, putrinya yang masih berusia 4 tahun dan tampak Reem tertidur pulas di pundak sang ayah. Siapa saja orang yang ditemui oleh Abdul dijalanan, ia akan selalu menawarkan barang dagangannya meskipun banyak yang menolak.

 Tiap sudut tempat orang-orang beristirahat dari taman, restoran ia pun selalu menyempatkan diri dengan harapan adakah orang yang bermurah hati untuk mau membeli pena yang ia jual.
Dari sindiran halus sampai ucapan kasar dari orang-orang yang menolak dagangannya sudah pernah ia alami. Ia sudah tak mengenal lagi rasa malu, ia sudah tak mengenal lagi rasa letih. Yang ia tahu hanyalah mencari uang demi menghidupi kedua anaknya Reem dan Abudellah.
Itupun hanya sekedar mencari makan sehari-hari saja, ia sudah lama tidak pernah membelikan putera dan putrinya pakaian ataupun mainan baru. Bahkan puteranya Abudellah sudah tiga tahun berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Nasib Mujur Ayah Penjual Pena yang Mendadak Kaya Raya
Tapiii benar pepatah bilang, keajaiban itu masih ada untuk orang-orang yang tulus, tidak pernah mengeluh dan mau berkorban. Ketika Abdul sedang berusaha menjual penanya, Gissur Simonarson seorang aktivis dari Libanon tampak memperhatikan perjuangan Abdul. Dengan diam-diam ia pun memotret Abdul dan mengupload foto dirinya lewat Twitter dan memberikan tagar#BuyPens agar kiranya para netizen mau memberikan dengan ikhlas donasi untuk membantu Abdul.
Keajaiban itu benar-benar terjadi, hanya dalam waktu 30 menit saja, donasi uang sudah terkumpul lebih dari 5000 dollar atau sekitar 70 juta bila dirupiahkan. Jumlah sumbangan semakin bertambah dalam 3 jam sudah meningkat menjadi 238 juta dan diketahui jumlah terakhir berhasil terkumpul sebanyak 191 ribu dollar atau 2,6 milliar rupiah. Wow luar biasa bukan?
Dengan donasi uang dari kebaikan hati para netizen, Abdul akhirnya menjadikan modal untuk membuat toko roti, beberapa kedai kebab dan sebuah restoran sederhana. Semakin hari usaha yang dirintis Abdul semakin berkembang, tokonya semakin maju dan memiliki banyak cabang.


Tak hanya bisa menyekolahkan anaknya saja, Ia pun kini telah mampu membeli sebuah apartemen yang cukup bagus untuk tempat tinggal dirinya dan kedua anaknya.
Hebatnya, meski Abdul sang ayah penjual pena yang mendadak kaya ini sudah hidup berkecukupan, sifatnya tak pernah berubah. Ia masih saja rendah hati, dan ia pun sudah bisa memperkerjakan 18 orang pengungsi suriah, yang nasibnya sama seperti ia miskin dulu.
Dikutip dari telegraph.co.uk, saat Abdul Halim al Attar diwawancara. Ia mengisahkan tentang perjalananan hidupnya yang penuh dengan keajaiban.

Tuhan selama ini telah memperhatikan kehidupanku dan akhirnya mengirimkan hamba-hambanya yang baik hati untuk menolongku. Meski aku dulu miskin, aku tak pernah mengeluh kepadanya. Aku berdoa kepada Tuhan dan yang aku pinta hanya satu saja. Meskipun aku sering kelaparan, tapi aku mohon jangan sampai kedua anakku kelaparan, ungkap Abdul Halim al-Attar. Wow! keren yah kisahnya, semua indah pada waktunya. Bukan begitu sahabat kejadiananeh.com?

Sedih! Pria Tua Penjual Es Krim di Tengah Laut

Berani mati itu sudah biasa, berani hidup baru luar biasa! Kehidupan manusia di dunia tak selalu indah ada yang ditakdirkan kaya raya dan tak perlu bersusah payah untuk mengais rezeki, namun disisi lain sudah kerja mati-matian sampai pantat ngebul berasap tapi nasib tak kunjung ada peningkatan. Seperti yang di alami pria tua di Filipina ini, kerasnya kehidupan membuat ia terpaksa mencari nafkah yang tak biasa. Ya dirinya berjualan es krim di tengah-tengah laut demi menghidupi keluarganya.
Foto Pria Tua Penjual Es Krim di tengah-tengah laut, Demi Menafkahi Keluarganya

  Tak perduli besarnya ombak laut ketika pasang, ia tetap berenang berharap para wisatawan yang berada di atas kapal mau menyisihkan uang sedikit untuk membeli barang dagangannya. Ya dia tidak mengemis meminta uang, hanya menjual es krim dagangannya saja dan tak mengapa jika tak ada yang mau membeli.
Kisah menyedihkan pria penjual es krim di tengah laut itu pertama kali diungkap oleh Abbey Ann Hernandez seorang wisatawan wanita yang tengah di perjalanan liburan bersama keluarga besarnya di Matabungkay Beach and Resort Lian Batangas, Filipina. Awalnya Hernandez menyangka pria tua itu seorang nelayan yang hendak ke arah perahu mereka. Tapi betapa terkejutnya mereka ketika kotak besar yang dipanggul di punggungnya adalah es krim.

‘Dia berenang ke arah perahu kami! Kami mengira dia adalah nelayan yang ingin menumpang perahu karena rusak, tapi begitu mengeluarkan kotak dari punggunggnya barulah kami tahu kalau dia penjual es krim. Wow ini sangat mengejutkan, segitunya pria tua itu sampai mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan uang receh tak seberapa dari para pembelinya, ungkap Hernandez.

Tak berapa lama Hernandez memposting kisah pria penjual eskrim di tengah-tengah ganasnya lautan itu, berita pun menjadi viral. Banyak netizen yang salut dan bersimpatik kepada pria tua itu, menurut mereka ia adalah pria luar biasa yang rela menantang maut demi menghidupi keluarganya.
Sebagian dari mereka pun sampai sekarang masih mencari info tempat tinggal pria tua itu. Mereka sedang menggalang donasi untuk diberikan kepada pria itu. Ya setidaknya uang donasi yang terkumpul nanti bisa dijadikan modal untuk ia membuka usaha seperti membuka warung makan kecil-kecilan atau sembako. Ya daripada terus bekerja dengan cara nekat seperti itu bisa membahayakan nyawanya, apalagi dengan usia yang tak lagi muda ungkap netizen menyaluti perjuangan hidup pria tua penjual es krim di tengah laut filipina itu.