Malam ...
Ku ingin bercinta denganmu ditemani lampu temaramnya sang bintang...
Ku ingin bercumbu bersama karena siang telah berlalu..
Ku ingin memelukmu dalam dekapan kasihmu...
Ku ingin nikmati saat kebersamaan kita ...
Aku tak pernah menyesal menikah denganmu.
Aku bahagia bisa memilikimu.
Dan aku tak menyangka bisa bersamamu saat ini.
Malam ini aku seperti bercumbu ditemani cahaya kelam.
Memberikan cahaya direlung hati yang dahaga ditengah gurun sahara.
MENGENALMU adalah saat aku menemukan dimana kelemahan-kelemahan harus aku tutupi.
MENCINTAIMU adalah saat dimana aku terkurung dalam penjara hati lalu kau menguncinya .
MENYAYANGIMU adalah saat dimana aku telah membunuh kebahagiaanku sendiri dan
mengorbankan segalanya untuk orang yang kukasihi.
dan benar kata orang bahwa cinta akan hadir
seiringnya jalan waktu bergulir.
Kenangan demi kenangan kini terlihat kembali dibalik mata ini.
Kenangan demi kenangan hadir kembali dibalik pikiranku.
Saat kau jauh dari pandangan mata ini walau sekejap.
Bayang wajahmu menari didepan mata ini.
Merindukah Aku ...?
Setiap puisi yang kurangkai menjadi syair kesunyian.
Setiap bait yang tertulis menjadi syair kehampaan.
Dan kau tikam dan mencabiknya dengan pedang kasmaran .
Ketika Sang bintang memilih redup dibalik awan tebal .
Duch ...gusti dengan apa kusandingkan cintanya ??
Saat rindu datang menderu datang menyelimuti jiwaku...??
Ketika ku tersesat pada janji yang tak kumengerti sebelumnya.
Ketika lembar daun menatap sayu padaku.
Yang seakan mendengar rintihanku.
Yang seakan mendengarkan meminta pertolonganku.
Meminta satukan kembali dahan itu yang telah patah.
Meminta satukan kembali batang itu yang telah rapuh.
Walau ku tahu ku tak layak bersamanya.
Walau kutahu tak akan pernah menyamainya ...
to my soulmate,
thanks you to keep stay until now
Tidak ada komentar:
Posting Komentar