Rabu, 22 Januari 2020
pantun gombal
Di luar sana ada kucing,
Meringkuk dalam udara dingin.
Kalau kepalaku sedang pusing,
Menatapmu itu yang kuingin.
Awan hitam cukup tebal,
Rupanya itu pandangan semu.
Entah merayu entah menggombal,
Yang pasti hatiku rindu kamu.
Kota lama banyak gelatik,
Terbang tinggi jauh melayang.
Makin lama makin cantik,
Pantas saja aku mabuk kepayang.
Batu kali batu bata,
Indah sekali senja merona.
Makin lama makin cinta,
Pribadimu makin mempesona.
Dari hulu hingga ke seberang,
Naik sampan bergoyang-goyang.
Dari dulu sampai sekarang,
Kepadamu selalu sayang.
Keras batu si batu karang,
Tempat bermain ikan dan kerang.
Cintaku bukan cinta sembarang,
Cinta mati untukmu seorang.
Ruang tamu cukup lebar,
Indah dihias oleh permata.
Dekat denganmu dada berdebar,
Apakah itu tanda dari cinta?
Menulis syair di daun lontar,
Lontar diminum airnya segar.
Baru saja pisah sebentar,
Rindu di dada menggelegar.
Udara dingin menggigil rasanya,
Makan ke dalam loyang.
Sekedar ingin bertanya,
Kamu gi ngapain sayang?
Tanah Abang tempatnya kain,
Kota Tegal banyak jamu.
Jangan tanya aku ngapain?
Aku lagi kangen kamu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar