Kamis, 24 April 2014

BERAPA HARGA ANAK KITA?

Berapa harga anakmu?
Bingung pasti.
Karena nilai anak tak bisa diukur dengan materi, tak ternilai!
Tapi, benarkah anak itu tak ternilai?
Kadang atau mungkin seringkali anak bernilai sangat rendah di mata orang tua.
 Kadang dia lebih rendah daripada sebuah guci kristal.
Ketika guci itu pecah tanpa sengaja, maka rasa marah kemudian memecahkan perasaan anak, merendahkan nilai anak.
Guci lebih berharga saat itu!
 Kadang dia lebih rendah nilainya daripada sebuah mangkok atau piring.
Yang jika pecah, suara kemudian meninggi memecahkan hati sang anak.
 Atau lebih rendah daripada semangkok sayur yang tumpah, karena tangan kecilnya berusaha membantu ibu di dapur.
Mata yang melotot terasa lebih pantas, walaupun harus menumpahkan air mata sang anak!
 Atau lebih rendah daripada sebuah mobil baru yang jika tergores, maka goresannya dianggap lebih berbahaya ketimbang goresan luka di hati sang anak.
 Kadang anak juga lebih rendah nilainya dibanding Facebook atau BBM-an.
Sehingga, lebih banyak waktu & keseriusan yang dihabiskan untuk Facebook & BBM-an ketimbang mendengarkan cerita anaknya di sekolah.
 Kadang anak lebih rendah nilainya daripada HP.
"Gak boleh, nanti rusak!"
Kekhawatiran HP rusak lebih besar dibandingkan kekhawatiran rusaknya perasaan sang anak.
Berapa nilai anak bagi kita?
 Adalah sejauh keikhlasan kita menahan diri, hingga tidak merusak hatinya.
 Adalah sejauh kemampuan kita menempatkan harga dirinya jauh di atas benda-benda mati yang kita miliki.
Benda-benda itu tidak akan menolong kita di yaumil akhir kelak!
Sementara anak, adalah investasi kita dihadapan Allah.
 Dia yang akan memperpanjang usia historis kita dengan doa & amal sholeh yang kita ajarkan & dia yang melakukannya.
🌿 Ya Allah...
Ampunkanlah segala salah & khilaf kami di dalam mengasuh & mendidik anak-anak kami.
Jika ada keburukan akhlak kami ketika membesarkannya, hilangkanlah dari ingatan anak-anak kami. Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar